Cacing seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, telinga, tanduk, dll. Tapi ia juga makhluk hidup sama seperti kita dan makhluk hidup lainnya. Ia mempunyai perut yang bila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi dengan segala keterbatasannya,cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rezeki. Tidak pernah pula kan kita lihat cacing membentur-benturkan kepalanya ke batu.
Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita dibandingkan dengan cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah lebih canggih.
Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan sering kalah dari cacing ? Mengapa banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi ? Padahal rasa-rasanya kita belum pernah melihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari cacing.
Blogger templates
let's get social
Popular Posts
-
Orangtuaku jatuh cinta pada pandangan pertama, dan mereka telah menjalani kehidupan cinta selama lebih dari lima puluh dua tahun. Mereka buk...
-
Hey there.. It’s been a long time since the last time I posted something here, right? This time, I’m back. Well, not the real ‘back’. ...
-
Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja, ia mengangkuti air dengan emb...
-
i stop counting at how many times i've fallen in love for rain since a long time ago.. then i stop asking my self why rain mean so much...
-
aduh, kesel bgt wktu dpet sms g berguna dri temen ga setuju bgt sma isi sms nya nih, ak bikin clear yah,ak mau berdebat masalah isi sms in...
-
"terseok-seok" menjalani segala sistem kali ini. why ? karena kesombongan, kebodohan, dan malas. sombong karena merasa bisa,bodoh ...
-
hey readers ! it's been a while right ? some of you asked me what happened next ? well, i'll tell you now ;) today is the last ...
-
MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang,...
-
Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke r...
-
Cerita ini adalah “kisah nyata” yang pernah terjadi di Amerika. Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya,kemudian ia meninggalk...


0 komentar:
Post a Comment